Monday, 26 February 2018

Materi Bola Basket Terlengkap

1. Pengertian Permainan Bola Basket


Materi Bola Basket - Pengertian Bola Basket
Sumber: www.youtube.com

Permainan Bola basket adalah suatu permainan yang dimainkan oleh dua regu dimana masing-masing regu terdiri dari 5 orang pemain. Inti dari permainan ini adalah berusaha mencari nilai atau angka sebanyak-banyaknya dengan cara memasukkan bola ke keranjang (basket) lawan. Dalam memainkan bola, pemain dapat mendorong bola, memukul bola dengan telapak tangan terbuka, melemparkan atau menggiring bola ke segala penjuru dalam arena permainan. Bermain bola basket juga dapat meningkatakan kebugaran jasmani.

2. Sejarah Permainan Bola Basket


Permainan bola basket yang kita kenal sekarang ini diciptakan oleh Dr. James Naismith pada tahun 1891 atas anjuran Dr. Luther Halsey Gulick. Dr. Luther menganjurkan kepada Dr. Naismith untuk menciptakan permainan baru yang dapat dimainka di dalam gedung, mudah dimainkan, mudah dipelajari, dan menarik.

Pada mulanya Dr. Naismith menggunakan keranjang sebagai sasarannya. Oleh karena itu permainan baru itu dinamakan "basketball". Ternyata permainan baru ini mendapat sambutan baik dan dengan cepat berkembang di seluruh dunia. Pada tahun 1924 permainan bola basket didemonstrasikan pada Olimpiade di Perancis. Pada tanggal 21 Juni 1932 atas prakarsa Dr. Elmer Beni, direktur sekolah olahraga di Jenewa diadakan konferensi bola basket. Dalam konferensi ini terbentukla Federasi Bola Basket International yang diberi nama Federation Internationale de Baskteball Amateur (FIBA).

Pada tahun 1936 untuk pertama kali permainan bola basket masuk ke Indonesia yaitu setelah perang dunia ke-1 dibawa oleh perantau Cina. Pada PON I di Surakarta bola basket telahmasuk dalam olahraga yang dipertandingkan. Pada tanggal 23 Oktober 1951 berdirilah Persatuan Basketball Seluruh Indonesia (PERBASI). Tahun 1953 PERBASI diterima menjadi anggota FIBA, dan tahun 1955 kepanjangan PERBASI diubah menjadi Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia.

3. Peraturan dalam Permainan Bola Basket


Sebelum melakukan praktik permainan bola basket, terlebih dulu Anda harus mengetahui peraturan dasar dalam permainan bola basket.

A. Peraturan Dasar


a) Jumlah Pemain dalam Satu Tim


  1. Setiap pertandingan terdiri dari dua tim.
  2. Setiap tim terdiri dari maksimal 12 orang pemain dengan maksimal 5 orang pemain yang berada di lapangan.
  3. Setiap tim dapat melakukan pergantian pemain sebanyak yang mereka inginkan.

b) Tujuan Permainan


  1. Memasukkan bola ke jaring lawan sebanyak mungkin.
  2. Tim dengan poin terbanyak dinyatakan sebagai pemenang.

c) Durasi Pertandingan


  1. Setiap pertandingan terdiri dari 4 periode dimana 1 periode berlangsung selama 10 menit.
  2. Jika poin kedua tim sama besar, maka dilanjutkan ke babak overtime yang berlangsung 5 menit sampai salah satu tim memiliki poin terbesar dari lawan(pada akhir babak overtime).

d) Pergerakan Bola


  1. Bola dapat dioper dari satu pemain ke pemain lain, atau digiring oleh seorang pemain dari satu titik ke titik lain (bola dipantulkan saat berjalan atau berlari).
  2. Sekali pemain berhenti menggirin bola, maka ia tidak boleh menggiringnya lagi atau disebut dengan double.
  3. Sebelum mengoper atau menembakkan bola, seorang pemain harus mengambil dua langkah(tanpa menggiring bola).
  4. Sekali tim yang memegang bola melewati setengah lapangan, maka mereka tidak boleh kembali ke daerahnya sendiri.

e) Durasi Menembak


  1. Tim yang memegang bola, memiliki maksimum 24 detik untuk melakukan tembakan.
  2. Tambahan, pemain ofensif tidak boleh berada dalam area terlarang selama 3 detik berturut-turut.

f) Pelanggaran


  1. Pemain dinyatakan foul ketika ia melakukan kontak fisik dengan pemain lawan(mendorong, menarik, dan lainnya).
  2. Seorang pemain yang melakukan pelanggaran sebanyak 5 kali maka tidak bisa ikut bermain lagi dalam pertandingan tersebut.
  3. Pelanggaran yang dibuat saat tim lawan melakukan tembakan, maka tim lawan diberikan tembakan bebas sebanyak 3 bila area three point atau 2 bila tidak.
  4. Bila seorang pemain dilanggar saat melakukan tembakan dan tembakannya masuk, maka itu dihitung dan diberikan tambahan 1 tembakan bebas untuk pemain yang dilanggar.
  5. Sekali satu tim membuat 4 pelanggaran dalam 1 periode waktu, maka setiap tambahan pelanggaran (pada pemain yang tidak melakukan tembakan ) akan diberikan 2 tembakan bebas.

B. Ukuran Lapangan Bola Basket


Materi Bola Basket - Ukuran Lapangan Bola Basket
Sumber: www.sportscourtdimensions.com

C. Cara Mendapatkan Nilai dalam Permainan Bola Basket


  1. Perolehan angka terjadi pada saaat bola hidup masuk ke keranjang dari atas atau masuk ketika mengoper bola.

  2. Gol yang terjadi di lapangan untuk regu yang sedang melakukan serangan ke jaring akan mendapat nilai sebagai berikut:

    • Gol dari lemparan bebas dihitung 1 angka.

    • Gol dari lapangan dihitung 2 angka.

    • Gol yang dibuat dari daerah 3 angka dihitung 3 angka.

  3. Bila salah satu pemain tidak sengaja membuat gol dari lapangan ke jaringnya sendiri, angkanya akan dicatat sebagai gol yang dibuat oleh kapten tim lawannya.

  4. Jika pemain dengan sengaja membuat gol ke jaringnya sendiri, maka hal itu dianggap sebagai pelanggaran dan tidak dihitung.

  5. Jika seorang pemain dengan tidak sengaja menyebabkan bola masuk ke jaring dari bawah, permainan dilanjutkan dengan bola loncat antara 2 pemain dari masing-masing tim.

  6. Jika seorang pemain dengan sengaja menyebabkan bola masuk dari bawah jaring, maka hal itu dianggap sebagai suatu pelanggaran.

4. Teknik Permainan Bola Basket


Bola basket termasuk jenis permainan yang kompleks gerakannya. Pada permainan bola basket, gerakan yang efektif dan efisien perlu didasarkan pada penguasaan teknik dasar yang baik. Teknik dasar permainan bola basket antara lain:

A. Teknik Melempar dan Menangkap Bola


Pada umumnya operan dilakukan dengan cepat, keras, tetapi tidak liar, sehingga dapat dikuasai oleh teman yang akan menerimanya. Tetapi operan juga dapat dilakukan secara lunak, tergantung pada situasi teman, timing, dan taktik yang digunakan. memberikan operan tidaklah semudah yang diduga, karena kerasnya lemparan, terlalu mudahnya arah bola ditebak lawan atau terlalu tingginya operan akan menyluitkan teman untuk menerima bola. Berikut contoh passing bola basket:

a) Bounce Pass


Materi Bola Basket - Bounce Pass


b) Chest Pass


Materi Bola Basket - Chest Pass


c) Over Head Pass


Materi Bola Basket - Over Head Pass

d) Baseball Pass

Materi Bola Basket - Baseball Pass

C. Teknik Menggiring Bola (Dribbling)


Menggiring bola adalah salah satu cara yang diperbolehkan dalam peraturan untuk membawa bola ke segala arah. Seorang pemain boleh membawa bola lebih dari satu langkah, asal bola sambil dipantulkan baik dengan berjalan maupun berlari. Menggiring bola dapat digunakan sebagai salah satu usaha untuk membawa bola menuju ke depan atau ke lapangan lawan. Cara menggiring bola yang dibenarkan adalah dengan satu tangan (kiri atau kanan). Kegunaan menggiring bola adalah mencari peluang serangan, menerobos pertahanan lawan, dan memperlambat tempo permainan.


Sumber: www.indrywuland.wordpress.com

D. Teknik Menembakkan Bola Basket


Keberhasilan suatu regu dalam permainan selalu ditentukan oleh keberhasilan dalam menembak. Dasar-dasar teknik menembak sebenarnya sama dengan teknik lemparan. Jadi jika pemain menguasai teknik mengoper (passing), maka pelaksaanaan teknik menembak bagi pemain tersebut akan sangat mudah dan cepat dipahami. Bentuk-bentuk teknik gerakan menembak dalam permainan bola basket antara lain tembakan satu tangan di atas kepala, tembakan lay up, menagkap bola dilanjutkan lay up, tembakan meloncat dengan dua tangan (jump shot) dan tembakan kaitan.

Materi Bola Basket - Teknik Menembak
Sumber: www.youtube.com

E. Teknik Dasar Bertumpu Satu Kaki (Pivot)


Gerakan Pivot adalah berputar ke segala arahdengan bertumpu pada salah satu kaki (kaki poros) pada saat pemain tersebut menguasai bola. Sedangkan kaki yang dipindahkan dapat melewati depan atau melewati belakang. Gerakan pivot beruna untuk melindungi bola dari perebutan pemain lawan, untuk kemudian bola tersebut dioperkan kepada temannya atau untuk melakukan tembkan. Pemain yang jangkung yang dipasang di sekitar basket harus mahir melakukan pivot sehingga dapat dengan mudah menentukan timing untuk menembak.

5. Pola Penyerangan dalam Permainan Bola Basket


Pola Penyerangan dalm permainan bola basket adalah suatu usaha yang dijalankan oleh salah satu tim untuk menerobos daerah pertahanan lawan, sehingga dapat membuahkan hasil atau angka. Pola-pola penyerangan tersebut adalah sebagai berikut.

A. Penyerangan Bebas


Penyerangan bebas adalah penyerangan tanpa pola yang sangat bergantung dari penguasaan teknik, taktik, dan kesempurnaan fisik setiap anggota tim. Meskipun bebas, namun penyerangan tidak dapat dilakukan sendiri-sendiri, harus tetap ada kerja sama dengan teman lain dalam proses mengoper dan berlari antara 2 atau 3 orang pemain. Masing-masing pemain harus ada saling pengertian.

B. Penyerangan Kilat


Dasar penyerangan kilat adalah dengan 2 atau 3 orang operan harus sudah melakukan tembakan. Serangan kilat merupakan usaha untuk memperoleh posisi tembakan, pada saat lawan belum sempat menempati posisi jaganya. Serangan kilat merupakan senjata yang sangat baik untuk menghancurkan daerah pertahanan lawan.

C. Penyerangan Kilat Berpola


Serangan Kilat berpola dimulai dengan adanya situasi-situasi tertentu. Misalnya dari situasi bola loncat, situasi lemparan ke dalam, atau situasi sesudah menjaga daerah sendiri pada waktu bertahan.

D. Penyerangan Berpola


Penyerangan berpola adalah penyerangan yang dilakukan dengan mengatur pemain dimana masing-masing anggota tim mempunyai tugas-tugas tertentu dan menguasai jalur-jalur gerakan tertentu pula. Penyerangan berpola ini sangat baik dilakukan bila setiap pemain sukar menembus penjagaan lawan, atau sebagai usaha untuk memperlambat permainan. Dapat pula digunakan bila terjadi situasi penyerangan kilat lawan yang sangat kuat atau pada detik terakhir dimana tim memperoleh kemenangan tipis.

6. Jenis-Jenis Pola Penyerangan


Pola penyerangan yang umum digunakan dalam permainan bola basket antara lain sebagai berikut.

A. Pola 1-3-1 (Pola Diamond)


Pola diamond sangat baik untuk penyerangan terhadap daerah pertahanan maupun pertahanan satu lawan satu.



B. Pola 1-2-1 (Pola Ault Man)


Pola Ault Man dapat diterapkan apabila suatu regu tidak mempunyai pemain jangkung.

C. Pola 2-3 (Pola Reverse)


Pola Reverse diperlukan untuk penyerangan terhadap pertahanan satu lawan satu. Kemahiran memotong dan membayang serta kelincahan sangat dibutuhkan dalam melakukan pola penyerangan ini.



7. Pola Pertahanan (Defensive)


Pola Pertahanan adalah suatu usaha yang dijalankan oleh tim bertahan dalam rangka menghalau serangan lawan. Unsur-unsur pelaksanaan pola pertahanan adalah sebagai berikut.

A. Sikap Jaga


Sikap jaga untuk melakukan pertahanan adalag kedua lutut ditekuk, badan sedikit condong ke depan dengan punggung hampir lurus. Awasi selalu gerak lawan dan bola. Berdirilah sedikit pada ujung-ujung kaki dan selalu menjaga keseimbangan. Rentangkan dan angkat tangan untuk menghalangi operan dan pandangan tembakan lawan.

B. Olah Kaki untuk Memenangkan Langkah Ketika Melakukan Pertahanan


Berikut adalah beberapa hal yang harus diperhatikan dalam melakukan olah kaki:

  1. Jangan sekali-kali mengadakan langkah silang.

  2. Ambillah jarak lebih cepat selangkah dalam mengikuti penggiring.

  3. Rapatkan dan cegahlah lawan yang jelas-jelas akan menembak bola atau baru saja selesai menggiring bola. Hadang dan tutuplahjalan pemotong yang menuju ke daerah basket.

  4. Jangan meloncat sebelum pemain lawan meloncat lebih dulu, untuk menghindari tipuan pandanglah pinggang lawan.

C. Macam-Macam Bentuk Pertahanan


a) Pertahanan Daerah


Pada pertahanan daerah, setiap pemain diberi tugas menjaga daerah tertentu. Mengingat susunannya, maka pertahanan daerah disebut pertahanan daerah 2-1-2, 2-3, 3-2, 1-2-2, dan 2-2-1. Setiap susunan pertahan ini mempunyai kelemahan dan kekuatannya masing-masing. Bila tim mempunyai pemain-pemain yang tinggi bear tetapi lamban gerakannya maka penerapan pertahanan daerah akan sangat menguntungkan.
 

b) Pertahanan Satu Lawan Satu


Pertahanan satu lawan satu adalah pertahanan dengan menugaskan setiap orang untuk menjaga seorang lawan. Macam-macam pertahanan satu lawan satu adalah sebagai berikut.

  1. Pertahanan Satu Lawan Satu dengan Tetap

  2. Pertahanan satu lawan satu dengan tetap artinya penjaga harus tetap menjaga seorang pemain lawan. Untuk memelihara ketetapan jaga pemain pembayang, berikan jalan kepada pemain yang dibayangidengan merapat atau melonggarkan jarak penjagaannya dala jarak setengah langkah.

  3. Pertahanan Satu Lawan Satu dengan Pergantian

  4. Pertahanan jaga cara ini artinya apanbila terjadi pembayangan penjaga dapat mengadakan pergantian jaga. Untuk pergantian jaga ini perlu adanya latihan-latihan khusus. Ada baiknya bila menghendaki pergantian jaga, Slah satu penjaga yang melakukan pembayangan menyentuh kawannya atau memberikan kode untuk mengadakan langkah-langkah pergantian.

  5. Pertahanan Satu Lawan Satu dengan Penolong

  6. Apabila dalam penjagaan satu lawan satu terjadi kebobolan dari salah seorang penjaga, maka salah seorang penjaga yang terdekat menolong untuk menutup pemain yang menerobos sampai penjaga yang kebobolan tadi siap untuk menjaganya kembalu. Setelah itu penjaga penolong cepat kembali menjaga penyerang yang dijaganya.

8. Perlengkapan


Lapangan


  1. Panjang: 26 m

  2. Lebar: 14 m

  3. Diameter lingkaran tengah lapangan: 3.6 m

  4. Tinggi ring: 2.75 m

  5. Diameter ring: 0.45 m

  6. Ukuran papan pantul: 1.80 m x 1.20 m

Bola


  1. Terbuat dari kulit, karet atau bahan sintetis lainnya.

  2. Bila dipantulkan pada ketinggian 1.80 m dapat memantu; 1.40 m

  3. Jalur bola maksimum 0.635 cm

  4. Lingkaran bola 74.9 cm - 78 cm

  5. Berat 567 gram -650 gram

Sunday, 25 February 2018

Penulisan Daftar Pustaka yang Benar

Dalam penulisan karya tulis, kita menggunakan data yang diperoleh dari berbagai sumber, baik secara tertulis maupun tidak tertulis. Berdasarkan isinya, sumber tertulis dapat dibagi menjadi tiga.

  1. Ilmiah, seperti buku-buku, artikel ilmiah, dan laporan penelitian.

  2. Nonilmiah, seperti berita di surat kabar atau majalah.

  3. Sastra, seperti karya prosa, puisi, dan drama.

Penggunaan sumber karya tulis atau skripsi (baca  juga: panduan menulis skripsi) dapat dinyatakan dengan daftar pustaka (bibliografi) dan catatan kaki (footnote). Daftar pustaka dalam karangan ilmiah merupakan hal yang wajib dituliskan. Hal ini berhubungan erat dengan rujukan dan kutipan yang diuraikan pada bagian-bagian sebelumnya pada karangan ilmiah tersebut. Sementara catatan kaki tidak harus selalu ada dalam sebuah karangan ilmiah.

Gambar Penulisan Daftar Pustaka yang Benar
Gambar Istimewa

Cara penulisan daftar pustaka dan catatan kaki berbeda. Daftar pustaka dituliskan pada akhir karangan ilmiah dalam halaman tersendiri, sedangkan catatan kaki dituliskan pada tiap lembar/ halaman yang bersangkutan.

1. Penulisan Daftar Pustaka


Penulisan daftar pustaka memiliki aturan sebagai berikut.

  • semua sumber dalam daftar pustaka ditulis dengan nama urutan abjad huruf atau nama pengarang (setelah dibalik).

  • Sumber yang berupa buku ditulis dengan urutan: nama pengarang(dibalik). tahun terbit. judul buku. kota tempat buku diterbitkan: nama penerbit.

  • Sumber yang berupa majalah/ surat kabar, ditulis dengan urutan: nama majalah/ surat kabar, tanggal, bulan, tahun, nomor edisi (majalah), judul artikel, dan nomor halaman. 

  • Judul buku ditulis dengan huruf kapital, digarisbawahi atau dicetak miring atau dicetak tebal.

  • Apabila nama pengarang terdiri atas dua kata/ lebih, kata akhir dari nama tersebut diletakkan di  muka dan ditandai dengan tanda koma (,), tanpa gelar akademik. Contoh: Ajip Rosidi ditulis Rosidi, Ajip. 

  • Apabila pengarang terdiri atas dua orang atau tiga orang, nama-namanya ditulis semua. Akan tetapi jika lebih dari tiga orang, ditulis satu orang dan diberi singkatan, et, al. atau dkk. 

  • Gelar akademik tidak perlu dicantumkan. 

  • Bila ada dua atau lebih sumber pengarangnya sama, penulisannya urut berdasarkan tahun atau tanggal terbitnya, dan nama pengarang urutan berikutnya cukup diberi tanda garis. 

  • Bila ada dua sumber atau lebih sumber yang pengarangnya sama, penulisannya urut berdasarkan tahun atau tanggal terbitnya, dan nama pengarang urutan berikutnya cukup diberi tanda garis. 

  • Tanda baca yang digunakan untuk memisahkan unsur-unsur dalam penulisan sumber yang berupa buku adalah tanda titik (.), kecuali antara unsur tempat penerbit dan nama penerbit dengan tanda titik dua (:), sedangkan tanda baca yang digunakan untuk memisahkan unsur-unsur dalam penulisan sumber berupa majalah atau surat kabar adalah tanda koma (,).

  • Diakhiri tanda titik.

2. Contoh Penulisan Daftar Pustaka


Supaya kamu lebih paham tentang cara penulisan daftar pustaka, maka disajikan contoh daftar pustaka yang dapat dilihat dari contoh-contoh berikut. Contoh-contoh ini menggunakan format Harvard-Anglia.

  1. Sumber dari internet/ website.

    • Sumber dengan satu pengarang


    Heaton, J., 2017. Heaton Research: The Number of Hidden Layers. [Online] Available at: http://www.heatonresearch.com/2017/06/01/hidden-layers.html [Accessed 11 Januari 2018].

    • Sumber dengan tanpa nama pengarang.


    Anonim, 2018. Judul.[Online] Available at: website [Accessed 11 Januari 2018].

    Baca juga: Cara Membuat Daftar Pustaka Otomatis di Word

  2. Sumber dari buku

    • Sumber dengan satu pengarang.

    • Nama Pengarang: Bayhakki
    • Tahun Terbit: 2012
    • Judul Buku : Klien Gagal Ginjal Kronis: Seri Asuhan Keperawatan
    • Kota Terbit : Jakarta
    • Penerbit : EGC

    Bayhakki, 2012. Klien Gagal Ginjal Kronik: Seri Asuhan Keperawatan. Jakarta: EGC.

    • Sumber dengan dua orang pengarang.

    • Nama Pengarang: Kusrini dan Andri Koniyo
    • Tahun Terbit: 2007
    • Judul Buku : Tuntunan Praktis Membangun Sisitem Informasi Akuntansi dengan Visual Basic dan Microsoft SQL Server
    • Kota Terbit : Yogyakarta
    • Penerbit : Penerbit Andi
    • Edisi : 1

    Kusrini & Koniyo, A., 2007. Tuntunan Praktis Membangun Sisitem Informasi Akuntansi dengan Visual Basic dan Microsoft SQL Server. 1 ed. Yogyakarta: Penerbit Andi.

    • Sumber dengan tiga orang pengarang atau lebih

    • Nama Pengarang: Andri Antony, Chen B.m Justy C., dan Elmo E.
    • Tahun Terbit: 2013
    • Judul Buku : Judul
    • Kota Terbit : Kota
    • Penerbit : Penerbit
    • Edisi : 1

    Antony, Andri et al., 2013. Judul. 1 ed. Kota: Penerbit.

    Baca juga: Cara Membuat Nomor Halaman di Word

  3. Sumber dari jurnal ilmiah

    • Sumber dengan satu pengarang

    • Nama Pengarang: Manish Kumar
    • Tahun Terbit: 2016
    • Judul Artikel : Prediction of Chronic Kidney Disease Using Random Forest Machine Learning Algorithm
    • Judul Jurnal : International Journal of Computer Science and Mobile Computing
    • Volume : V
    • Issue : 2
    • Halaman : 24-33

    Kumar, M., 2016. Prediction of Chronic Kidney Disease Using Random Forest Machine Learning Algorithm. International Journal of Computer Science and Mobile Computing, V(2), pp. 24-33.

    • Sumber dengan dua orang pengarang

    • Nama Pengarang: Yu Lei dan Hongbing Cai
    • Tahun Terbit: 2015
    • Judul Artikel : Prediction of length-of-day using extreme learning machine
    • Judul Jurnal : Geodesy and Geodynamics
    • Volume : VI
    • Issue : 2
    • Halaman : 151-159

    Lei, Y. & Cai, H., 2015. Prediction of length-of-day using extreme learning machine. Geodesy and Geodynamics, VI(2), pp. 151-159.

    • Sumber dengan lima orang pengarang atau lebih

    • Nama Pengarang: Superman, Batman, Spiderman, Thor, Loki, dan Kronos
    • Tahun Terbit: 2018
    • Judul Artikel : Science Fiction
    • Judul Jurnal : Kelompok Orang Lemah
    • Volume : VI
    • Issue : 2
    • Halaman : 151-159

    Superman et al., 2018. Science Fiction. Kelompok Orang Lemah, VI(2), pp. 151-159.

    Baca juga: Cara Membuat Daftar Isi Otomatis di Word

  4. Sumber dari Conference Proceedings

    • Sumber dengan satu pengarang

    • Nama Pengarang: Spiderman
    • Tahun Terbit : 2012
    • Judul : How to Beat Venom
    • Kota Terbit : Meikarta
    • Penerbit : Bukan Marvel

    Spiderman, 2012. How to Beat Venom. Meikarta, Bukan Marvel.

    • Sumber dengan dua orang pengarang

    • Nama Pengarang: Spiderman
    • Tahun Terbit : 2012
    • Judul : How to Beat Venom
    • Kota Terbit : Meikarta
    • Penerbit : Bukan Marvel

    Spiderman & Batman, 2012. How to Beat Venom. Meikarta, Bukan Marvel.

    Sekian postingan mengenai penulisan daftar pustaka yang benar. Semoga ilmunya bermanfaat.

    Baca juga: Panduan Menulis Skripsi

Saturday, 24 February 2018

Materi Menulis Pidato



Materi Menulis Pidato Terlengkap
Gambar Cinta Bahasa Indonesia

A. Menulis Naskah Pidato

Ada beberapa metode berpidato. Salah satunya adalah metode naskah. Berikut langkah-langkah dalam menyusun naskah pidato.

1. Menentukan Topik dan Tujuan

Sebelum berpidato, sesorang harus memilih topik pidato. Dengan memilih topik pidato, pembicaraan lebih terarah. Di samping itu, sasaran pidato harus jelas. Misalnya, berpidato di depan teman sendiri tentu akan berbeda jika berhadapan dengan orang yang lebih tua daripada kita.

Satu hal yang tidak kalah pentingnya dalam persiapan berpidato adalah menentukan tujuan pidato. Ingatlah bahwa tujuan pidato ialah berkomunikasi secara lisan dengan pendengar.

2. Menyusun Kerangka Isi Pidato


Naskah pidato meliputi bagian pendahuluan, bagian isi, dan bagian penutup.

a. Bagian Pendahuluan/ Pembukaan/ Pengantar

Bagian ini bertujuan untuk mempersiapkan pendengar, baik emosi maupun pikirannya untuk menerima apa yang akan dikemukakan pembicara dalam bagian isi pidato.

b. Bagian Isi/ Bagian Utama


 Bagian ini merupakan gagasan pokok yang ingin disampaikan pembicara.

c. Bagian Penutup


Sama halnya dengan bagian pembuka, bagian penutup biasanya pendek. Bagian penutup dapat berupa rangkuman, pernyataan kembali tujuan khusus pidato, atau seruan untuk membangkitkan semanagat melaksanakan yang dikehendaki pembicara.

Contoh kerangka pidato:

1. Tujuan

Agar masyarakat mau bersama-sama serentak membasmi sarang-sarang nyamuk penyebab penyakit.

Bagian Pendahuluan/ Pembukaan/ Pengantar

  • Kesadaran masyarakat akan kebersihan kurang.
  • Pemerintah lebih mengutamakan kemajuan sarana bangunan dibanding kesehatan masyarakat.
  • Masyarakat menganggap kesehatan urusan pemerintah saja.

2. Bagian Isi/ Utama

  • Pengembangan: Alasan pentingnya pembicaraan
  • Jatuhnya korban demam berdarah dalam jumlah yang besar
  • Rumah sakit dan tenaga medis nyaris tidak sangggup menangani DB.
  • Masyarakat belum menyadari bahwa penyakit DB belum ada vaksin atau obatnya.
  • Peralihan: Harapan masa yang akan datang
  • Mengajak masyarakat serentak membasmi sarang nyamuk
  • Mengimbau masyarakat bergotong royong mengatasi musibah.
  • Menjelaskan cara memberi bantuan, baik melalui PMI atau lembaga lain.
  • Mengemukakan simpati kita pada yang terkena musibah.
  • Mengajak masyarakat terbuka terhadap inisiatif pertolongan
  • Menghargai instansi maupun perorangan yang sedang dan telah memberi bantuan

3. Bagian Penutup 

  • Menyampaikan permohonan maaf atas kekeliruan ucapan.
  • Menyampaikan terima kasih atas kesediaan masyarakat untuk memerhatikan.

3. Menyusun Teks Pidato

Setelah menyusun kerangka pidato selesai, maka langkah selanjutnya adalah mengambangkan kerangka tersebut menjadi teks pidato secara utuh. Mestinya Anda sudah mengumpulkan bahan pidato, bukan? Karena mengumpulkan bahan pidato itu dilakukan sebelum Anda membuat kerangka pidato. Bahan-bahan pidato dapat diperoleh diantaranya dari fakta, ilustrasi, bertanya/ berkonsultasi, buku, majalah, surat kabar, peraturan, internet, TV, radio, artikel ilmiah dan lain-lain.

4. Menyunting Teks Pidato

Setelah pidato tersusun, kita perlu menyunting naskah tersebut. Menyunting teks pidato adalah memperbaiki naskah/ teks pidato sehingga siap untuk dibawakan di depan pendengar dengan memerhatikan segi sistematika penyajian isi, dan bahasa (menyangkut ejaan, diksi, dan struktur).
Contoh Teks Pidato

Usaha Kesehatan Sekolah

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Bapak dan Ibu Guru yang saya hormati,

Rekan-rekan yang saya cintai,


Dalam kesempatan ini, kami ingin menyampaikan sepatah dua patah kata yang erat kaitannya dengan kegiatasn UKS di sekolah kita. Sebagaimana telah kita maklumi bersama bahwa Usaha Kesehatan Sekolah merupakan program sekolah yang besar sekali manfaatnya bagi kita. Oleh karena itu, dalam kesempatan ini kami akan menyampaikan suatu masalah, suatu problema, yang kita hadapi bersama dalam rangka meningkatkan kegiatan UKS agar program UKS di sekolah kita berhasil guna dan berdaya guna. Adapun masalah yang ingin kami sampaikan adalah "Bagaimana meningkatkan peran serta para siswa dalam kegiatan UKS agar UKS di sekolah kita dapat memberikan nilai tambah bagi para siswa khususnya dan umumnya bagi sekolah".

Bapak dan Ibu Guru serta rekan-rekan siswa yang terhormat, UKS di sekolah kita telah melakukan kegiatan yang tidak kecil artinya. Telah banyak kegiatan yang dilakukan, tetapi masih banyak pula kegiatan yang belum dapat dilakukan atau direalisasikan karena adanya beberapa hambatan, di antaranya kurangnya kesadaran para siswa dalam mengikuti program UKS. Atas dasar hal ini perlu kiranya dipikirkan cara-cara yang mungkin dapat kita tempuh untuk meningkatkan peran serta siswa umumnya, khususnya kesadaran mereka karena akan pentingnya program UKS ini.

Bapak dan Ibu Guru yang terhormat, dan rekan-rekan siswa yang kami cintai.

Demikianlah permasalahan yang ingin saya sampaikan kepada Bapak dan Ibu Guru serta rekan-rekan siswa. Dengan menyampaikan masalah ini, kami tentu berharap agar pada saatnya nanti tumbuh keinginan untuk berperan serta para siswa dalam kegiatan UKSD. .........................................................................................................................(dan seterusnya)

Friday, 23 February 2018

Cara Membuat Daftar Isi Otomatis di Word 2013

Selamat datang di postingan cara membuat daftar isi otomatis di word 2013. Keunggulan membuat daftar isi otomatis di word adalah memberikan panduan letak topik informasi yang ingin dicari oleh seseorang secara cepat, baik itu dari sang penulis maupun pembaca. Daftar isi biasanya terdapat pada buku-buku pelajaran, laporan ilmiah seperti skripsi, maupun proposal suatu kegiatan. 

Dapat diambil sebagai contoh adalah skripsi (baca juga panduan menulis skripsi) dimana biasanya terdapat banyak sub sub bab. Apa mungkin menuliskan judul-judul sub sub bab yang sedemikian banyaknya secara manual ? Jawabannya adalah mungkin saja, namun sangat tidak efisien dan banyak membuang-buang waktu. Untuk itu, penulis membagikan langkah-langkah membuat daftar isi otomatis di word 2013 yang dapat dipelajari sebagai berikut.

Langkah-Langkah Membuat Daftar Isi Otomatis di Word 2013

  1. Buka aplikasi Microsoft Word 2013 di PC kamu.

  2. Pilih Blank Document.

  3. Cobalah ketikkan kerangka dokumen seperti gambar 1 berikut, yaitu terdapat Daftar Isi, Bab I, Bab 2 dan seterusnya dengan style Heading 1.  Heading 1 mengindikasikan kalau judul yang kamu tulis adalah judul dari suatu bab (Daftar Isi, Daftar Gambar, Daftar Tabel, dsb juga dianggap setingkat dengan Bab). Apabila style-nya sudah sama ataupun tidak ingin diganti, kamu dapat langsung lompat ke langkah 5. Apabila kamu menemukan masalah seperti judul Bab 1 sendiri dan Pendahuluan sendiri, maka yang harus kamu lakukan hanyalah tekan Shift+Enter setelah kata BAB 1.


  4. Daftar isi otomatis - gambar 1
    Gambar 1

  5. Opsional : biasanya font size untuk judul bab berukuran 14 dengan dicetak tebal atau bold. Namun, apabila kamu ingin style seperti pada gambar 1, maka kamu perlu memodifikasi style Heading 1 dengan cara klik kanan pada Heading 1 -> modify -> cocokkan dengan gambar 2 berikut. -> klik oke.

  6. Daftar isi otomatis - gambar 2
    Gambar 2

  7. Apabila kamu tidak melihat Menu Navigation di sebelah kiri, cobalah klik Menu View (di samping kanan menu review) -> Lalu centang navigation pane. Navigation pane membantu kamu untuk meninjau struktur dari kerangka dokumen atau laporan yang kamu buat.

  8. Ketikkan sub bab latar belakang dengan style Heading 2 di Bab 1 yang dapat dilihat dari gambar 3 berikut. Kamu juga bisa memodifikasi Heading 2 dengan cara yang sama seperti pada Heading 1. Bila berhasil, struktur kerangka dokumen seharusnya sama seperti pada gambar 3.

  9. Baca juga Penulisan Daftar Pustaka yang Benar.

    Daftar isi otomatis - gambar 3
    Gambar 3
  10. Setelah struktur kerangka dokumennya dibuat, yang perlu kamu lakukan sekarang hanyalah membuat daftar isi otomatis yang terdiri dari struktur kerangka dokumen yang kamu buat. Klik menu Reference -> Table of Contents -> pilih style pertama. Bila berhasil maka seharusnya sama seperti pada gambar 4 berikut.

    Daftar isi otomatis - gambar 4
    Gambar 4
  11. Biasanya, untuk kali pertama membuat daftar isi otomatis, font size dan font nya tidak sesuai standar (font = Times New Roman size 12). Maka, yang harus dilakukan adalah klik Table of Contents -> Custom Table of Contents -> Modify -> TOC 1 (judul bab)-> Modify. Cocokkan pengaturan sesuai dengan gambar 5 berikut lalu klik Ok. Lakukan hal yang sama untuk TOC 2 (judul sub bab) hingga TOC 3 (judul sub sub bab).

    Daftar isi otomatis - gambar 5
    Gambar 5
  12. Seharusnya daftar isi otomatis yang dibuat terlihat sama seperti pada gambar 6 berikut. Apabila kamu menambahkan atau mengurangi bab atau sub bab, maka yang perlu kamu lakukan hanyalah klik update table -> update entire table saja.

    Daftar isi otomatis - gambar 6
    Gambar 6
Selamat! Kamu telah berhasil membuat daftar isi otomatis di word 2013 dengan heading. Semoga ilmunya bermanfaat. 

Baca Juga
  1. Panduan Menulis Skripsi yang Benar. 
  2. Cara Membuat Nomor Halaman di Word 2013.
  3. Cara Membuat Daftar Pustaka Otomatis di Word 2013.
  4. Judul Skripsi untuk Jurusan Teknik Informatika/ Ilmu Komputer/ Teknik Komputer.

Tuesday, 20 February 2018

Galaxy Game BliBli.com

Poster Game Blibli
Sumber : https://galaxy-game.blibli.com/

 Cara Bermain

Registrasi
Registrasi Email & Nomer handphone untuk mendapatkan kode token (20 Feb 2018 pukul 10.00 WIB-23 Feb 2018 pukul 17.00 WIB)

Penukaran
Masukkan email & kode token untuk memulai permainan (27 Feb 2018 pukul 10.00 WIB-5 Mar 2018 pukul 17.00 WIB)

Mulai Bermain
Permainan dimulai dan pilihlah planet pada game untuk mendapatkan hadiahnya

Redeem
Akan muncul pop-up pemberitahuan hadiah (voucher hadiah akan dikirimkan via email)

Syarat dan Ketentuan


    1. Registrasi Game Blibli.com akan dimulai pada 20 Februari 2018 pukul 10:00 WIB - 23 Februari pukul 17:00 WIB 2018
    2. Pelanggan akan mendapatkan email notifikasi kode token setelah registrasi (maksimal 1x24 jam)
    3. Kode Token digunakan untuk mengikuti Game Blibli.com di tanggal 27 Februari 2018 pukul 10:00 WIB-5 Maret 2018 pukul 17:00 WIB
    4. Berikut daftar hadiah untuk Game Blibli.com :
      • 1 unit voucher untuk pembelian The Next Samsung Galaxy seharga Rp 10,000,-
      • 4 unit voucher Diskon 50% untuk pembelian The Next Samsung Galaxy
      • 10 unit voucher Diskon 25% untuk pembelian The Next Samsung Galaxy
      • 2 unit voucher untuk pembelian Samsung Gear 360 seharga Rp 999,000,-
      • 10 unit voucher Diskon 50% untuk pembelian Samsung Gear VR 2017
      • 50 unit voucher untuk pembelian Samsung Gear Fit 2 Pro seharga Rp 999,000,-
      • 150 unit voucher untuk pembelian Samsung Level in ANC seharga Rp 199,000,-
      • 69 unit voucher untuk pembelian Sandisk Micro SD 64GB seharga Rp 99,000,-
      • 200 unit voucher untuk pembelian Sandisk Micro SD 16GB seharga Rp 10,000,-
      • 100,000 unit voucher Blibli.com @Rp. 50.000 (minimal transaksi Rp 1,000,000,-) untuk pembelian produk Samsung
    5. Penukaran kode Token Game Blibli.com hanya berlaku untuk pelanggan yang mendaftar pada tgl 20-23 Februari 2018
    6. Hadiah Game Blibli.com berupa kode voucher akan dikirim melalui email yang terdaftar dan valid (maksimal 1x24 jam)
    7. Kode Voucher hanya dapat digunakan untuk membeli produk hadiah yang sudah ditentukan di email konfirmasi
    8. Blibli.com akan melakukan validasi untuk semua pemenang
    9. Blibli.com berhak membatalkan pemenang secara sepihak jika ditemukan adanya kecurangan atau manipulasi
    10. Setiap Pelanggan hanya diperbolehkan mendapat 1 (satu) hadiah utama. Jika Pelanggan diketahui menggunakan nama/alamat/nomer hp yang sama, Blibli.com berhak membatalkan hadiah utama secara sepihak.
    11. Dengan mengikuti permainan ini, maka pelanggan dianggap mengerti dan menyetujui semua aturan yang berlaku.
    12. Blibli berhak membatalkan promo id apabila tidak memenuhi ketentuan yang berlaku. 

    Friday, 16 February 2018

    Cara Membuat Binary Tree dengan Bahasa C

    Pengertian Binary Tree



           Sebuah struktur data yang berbentuk pohon dimana setiap simpul paling banyak memiliki dua anak. Secara khusus, anaknya diberi nama kiri dan kanan. Penggunaan pohon biner secara umum adalah pohon biner terurut, yang lainnya adalah pohon biner.

    Binary Tree
    Sumber: /www.cs.cmu.edu


    (Sumber : www.wikipedia.org)

           Tree adalah sebuah struktur linier, biasanya digunakan untuk menggambarkan hubungan yang bersifat hirarkis antara elemen-elemen yang ada. Ada beberapa istilah dalam tree ini, yang mana masing-masing istilah  mempunyai arti dalam kaitannya dengan hirarki antar elemen dalam tree tersebut, seperti sibling, descendant dsb.

            Dalam ilmu komputer, tree adalah sebuah struktur data yang secara bentuk menyerupai sebuah pohon, yang terdiri dari serangkaian node (simpul) yang saling berhubungan. Node-node tersebut dihubungkan oleh sebuah vektor. Setiap node dapat memiliki 0 atau lebih node anak (child). Sebuah node yang memiliki node anak disebut node induk (parent). Sebuah node anak hanya memiliki satu node induk. Sesuai konvensi ilmu komputer, tree bertumbuh ke bawah, tidak seperti pohon di dunia nyata yang tumbuh ke atas. Dengan demikian node anak akan digambarkan berada di bawah node induknya.Selain itu, pembuatan tree menggunakan linked list sangat efisien bagi pemrosesannya


    Source Code untuk Binary Tree


    // Nama Program : Bintree
    #include <stdlib.h>
    #include <stdio.h>
    #define info(p) (p)->info
    #define left(p) (p)->left
    #define right(p) (p)->right
    typedef struct treenode *data;
    typedef struct treenode{
    int info;
    data right;
    data left;
    }node;
    data root;

    void insert(data *tree, int elem){
    //Kamus
    data item;
    //Algoritma
    item = (data) malloc (sizeof(node));
    left (item) = right(item) = NULL;
    info (item) = elem;
    if(!(*tree)){
    *tree = item;
    return;
    }
    if(info(item) < info(*tree))
    insert(&left(*tree),elem);
    else if(info(item) > info(*tree))
    insert(&right(*tree), elem);
    }

    //Buat prosedur inorder, preorder, postorder, main program
    void inorder(data *tree){
      if(*tree != NULL){
    inorder(&left(*tree));
    printf(" %d ", info(*tree));
    inorder(&right(*tree));
    }
    }

    void preorder(data *tree){
    if(*tree != NULL){
    printf(" %d ", info(*tree));
    preorder(&left(*tree));
    preorder(&right(*tree));
    }
    }

    void postorder(data *tree){
    if(*tree != NULL){
    postorder(&left(*tree));
    postorder(&right(*tree));
    printf(" %d ", info(*tree));
    }
    }

    //Program Utama
    int main(){
    insert (&root,2);
    insert (&root,3);
    insert (&root,1);
    insert (&root,4);
    printf("Inorder  : ");
    inorder(&root);
    printf("\n");
    printf("Preorder : ");
    preorder(&root);
    printf("\n");
    printf("Postorder: ");
    postorder(&root);
    printf("\n");
             getch();
             return 0;
    }

    Sekian untuk postingan kali ini semoga bermanfaat ya :D.